“Kaya bermanfaat. Miskin bermartabat.”, akan membawa bangsa ini tidak gampang jatuh ke derajat bangsa pengemis. Atau bangsa yang kalau melihat orang kaya, yang muncul duluan adalah kecemburuannya. Bangsa yang mudah disogok dan dipermainkan. Yang juga mudah dibayar untuk misalnya sekadar berdemo.”
—Dahlan Iskan dalam Ganti Hati… Tantangan Menjadi Menteri
February 2012
215 posts
“Kalau ukuran diterima Tuhan atau tidaknya seseorang dilihat dari wajahnya, betapa suramnya kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan. Bagaimana kita bisa mengharapkan kemajuan dan kemodernan sebuah negeri kalau penduduknya -terutama para pemimpin penduduk itu- berpikiran demikian.”
—Dahlan Iskan dalam Ganti Hati… Tantangan Menjadi Menteri
“jika engkau merasa bahwa segala yang ada disekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka? berhentilah mengeluhkan kegelapan itu sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan maka berkilaulah”
—Salim A. Fillah - Menjadi Cahaya (via theheartbook)
“How can you be pessimistic when you have Allah?”
—(via abdulbary)
“Semua nabi mendapat hak untuk mengangkat do’a yang takkan ditolak, dan aku menyimpannya untuk umatku di padang mahsyar nanti.”
—Muhammad SAW (via achmadlutfi)
“You don’t need to explain everything just to make everyone understands you, you’re gonna tired doing that stupid thing. Just say what you wanna say, write what you wanna write, or sing what you wanna sing, and remember to do it ethically.”
—(via ikumaikuma)
“Kita tak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tapi aku rasa, kita bisa memilih siapa yang patut untuk tetap diperjuangkan.”
—Rizkita Lubis (via kurniawangunadi)
“Saya juga tahu bahwa sistem di file kerajaan Tuhan tidak membedakan doa yang dikirim secara biasa, secara khusus, maupun secara tangis-menangis. Tuhan punya sistem file-Nya sendiri, entah seperti apa.”
—Dahlan Iskan dalam Ganti Hati… Tantangan Jadi Menteri
“Tidak ada solusi cepat yang akan membuat ekonomi negeri ini kuat dalam semalam. Semua ada prosesnya.”
—
Ligwina Hanantao dalam Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin
“Ternyata kemisikinan ini menular. Kemiskinan tidak eksklusif berlaku hanya pada orang-orang di jalanan yang tidak bisa makan. Kemiskinan bisa terjadi pada kita juga. Ini terjadi ketika kita melakukan pemiskinan pada diri sendiri.”
—
Ligwina Hanantao dalam Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin
“Percayalah bahwa sekadar memiliki uang tidak akan memberikan kebahagiaan apapun dalam hidup Anda. Tetapi, saat uang ini bermanfaat untuk keluarga Anda dan orang banyak di sekitar Anda, Anda pun akan ketagihan.”
—
Ligwina Hanantao dalam Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin
“Membantu sesama seharusnya jadi kebahagiaan untuk kita yang memang hidup berkecukupan. Membantu sesama sebaiknya memang dilakukan segera, tanpa perlu menunggu hidup berkelimpahan. Tetapi, prioritas menolong harus ada.”
—
Ligwina Hanantao dalam Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin
“Orang miskin punya jalan sendiri untuk menikmati kemiskinannya, seperti juga orang kaya punya cara sendiri menikmati kekayaannya. Kadang, orang kaya merasa iba kepada orang miskin. Padahal, sering juga orang miskin merasa kasihan kepada orang kaya.”
—Dahlan Iskan dalam Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri (via kuntawiaji)
IT'S A : ASTI: 26 now →
astie.tumblr.com
Your parents do their best in raising you.
They aren’t perfect like you so don’t curse them for their mistakes.
Some parents hurt you and that’s why society is willing to help you.
Some parents don’t know they are hurting you so you have the right to speak up.
Some…
“Bukankah bahagia dan kecewa sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri? Orang akan merasa bahagia kalau keinginannya tercapai. Orang akan merasa kecewa kalau keinginannya tidak tercapai. Maka, ini saya, untuk mencapai kebahagiaan sangatlah mudah: Jangan pasang keinginan terlalu tinggi. Jangan menaruh harapan terlalu banyak.”
—Dahlan Iskan dalam Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri (via kuntawiaji)
“Orang sukses adalah orang tidak mudah menyerah. Apalagi menyerah hanya kepada keadaan. Sudah terlalu banyak orang yang mudah menyerah di negeri ini. Terlalu banyak program tidak bisa berjalan karena pelakunya gampang menyerah.”
—Dahlan Iskan dalam Menuju Manufacturing Hope (via kuntawiaji)
“Seratus tahun dari sekarang, tidak akan ada artinya jenis mobil apa yang saya kendarai, jenis rumah yang saya tinggali, berapa banyak uang yang saya punya di rekening bank ataupun seperti apa baju yang saya pakai. Tetapi dunia mungkin akan bisa menjadi sedikit lebih baik karena saya berperan penting dalam kehidupan seorang anak”
—nn (via kurniawangunadi)
“Sebaik apapun suatu kurikulum atau sistem, tenaga pengajar, tapi kalau siswanya tidak ada semangat untuk belajar ya hasilnya nol. Jadi “gemblung” semua!”
—Prof. Dr. Bambang Prijambodo, dr., Sp.BO — a good man who admit his fault and has effort to fix his fault (via thebudzlightyear)