“As time goes on, you’ll understand. What lasts, lasts; what doesn’t, doesn’t. Time solves most things. And what time can’t solve, you have to solve yourself.”
—Haruki Murakami, Dance, Dance, Dance (via ddylanjoness)
January 2012
213 posts
“Semangat tanpa disiplin adalah penyebab kebingungan, dan impian tanpa tindakan adalah sumber kegalauan.”
—Mario Teguh
“
Sama seperti awan dan apabila seorang lelaki baik itu bercinta, datangnya cinta itu berbisik ke hatinya, lelaki baik itu lari. Lari dengan wajah yang tenang, menjarakkan diri daripada cinta seorang perempuan.
Lelaki baik itu terapung-apung dengan rendah diri, mengumpul ilmu untuk meningkatkan isipadu imannya ; tidak mahu menyentuh kulit halus si perempuan dan tidak akan sama sekali menghidupkan rindu yang lama kelamaannya berputik kepada zina hati .
” —Lelaki baik itu gemar larikan diri. (via syahirahshaari)
“Temukanlah aku dalam istikharahmu.”
—
“Di depanmu, aku malu memandangmu. Di depan Tuhanku, terang-terangan ku memintamu.”
—(via kuntawiaji)
“I like being alone, but I hate the feeling of being lonely. When you’re alone, you have time for yourself. Your thoughts finally catch up to you. You set your mind on things and everything is just clearer. Nothing’s bothering you and everything just feels right for once. When you feel lonely, you feel as if no one’s there for you. It feels like no one understands you or is willing to listen. It feels like you’re screaming in a crowded room, yet not one person hears you.”
—(via atomos)
“Maka ujian pertama bagi orang yang sedang jatuh cinta adalah kesabaran.”
—karena, cinta itu menuntut (via kurniawangunadi)
“Suatu keuntungan, kebaikan, kenikmatan, kesempurnaan, semuanya tak akan diperoleh, kecuali dengan merasakan kesulitan. Semua itu tak bisa dicapai kecuali melewati jembatan keletihan. Semua orang cerdik pandai sepakat bahwa kenikmatan tidak didapati melalui kenikmatan. Dan bahwa orang yang lebih mengutamakan istirahat, kelak akan kehilangan istirahat.”
—Ibnu Qoyyim (via rizkarahmanita)
“..orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya.”
—Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah (via achmadlutfi)
“Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.”
—Why Asians Are Less Creative Than Westeners, Prof. Ng Aik Kwang