It's May 28th!

Month

January 2011

39 posts

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” —Pramoedya Ananta Toer (via kuntawiaji)
Jan 30, 201112 notes
“Sebagai anggota si “sebagian kecil”, gue menghina pilihan si “sebagian besar”. Gue kasihan dengan mereka yang lahir dalam sistem meritokrasi yang terlalu efektif, di tengah masyarakat yang tidak memaafkan. Kesalahan dalam memilih atau bertindak mempunyai konsekuensi yang terlalu besar, sehingga setiap individu tidak sanggup mengambil risiko, seberapa kecilnya itu. Kebahagiaan bukan hal utama, yang terpenting adalah keamanan ekonomi.” —Have a Sip of Margarita - Margareta Astaman
Jan 30, 2011
“Profesor gue menjerit frustasi saat itu. Bagaimana mungkin orang-orang semuda kami, dengan potensi seluas itu, bisa punya ketakutan sebesar itu, Jika bukan kalian yang menjadi idealis, mengejar mimpi dan membela yang benar, lalu siapa? Dan jika tidak sekarang, saat masih muda belia tanpa beban, lalu kapan? Apa yang salah dalam sistem? Tanyanya sedih.” —Have a Sip of Margarita - Margareta Astaman
Jan 30, 2011
“Kata temen gue, mungkin gue itu udah jadi goblok, tapi karena semua orang makannya kayak gue, sehingga gue tidak merasa lagi jadi yang paling goblok. Tapi enggak juga kok. Masih ada aja orang Indonesia yang menang Olimpiade Fisika, meraih medali emas bulu tangkia dan diterima beasiswa di universitas sana-sini. Berarti dengan konsumsi pangan yang salah pun, orang Indonesia tetap bisa bersaing dengan SDM luar negeri yang makanannya sangat terkontrol!” —Have a Sip of MARGARITA - Margareta Astaman
Jan 30, 20111 note
Jan 30, 20111 note
Jan 30, 2011
“Pilihan itu selalu ada, untuk tetap merasa sakit dan sedih hingga gila atau berhenti meratap dan selalu merasa bahagia.” —
Jan 27, 20112 notes
Jan 27, 20111,191 notes
“Hanya butuh 5% dari total penduduk Indonesia yang peduli pada nasib bangsanya untuk mengubah Indonesia. 5% dari 250 juta manusia. Aku satu orang di antara 5% itu, kamu?” —
Jan 24, 20112 notes
“Mengapa bangsa yang besar ini, tercecer jauh di belakang dari derap langkah kemajuan bangsa-bangsa lainnya?” —Amien Rais (via kuntawiaji)
Jan 24, 20111 note
“Mengapa kita hanya malu saat timnas (sepakbola) kita kalah, tapi tak pernah malu saat sumber daya alam dan kekayaan bangsa dikuras habis oleh bangsa lain?” —Amien Rais (via kuntawiaji)
Jan 24, 20113 notes
“Ada yang salah dengan negeri ini. Dan jika kesalahan itu terus dipelihara, sangat berbahaya untuk masa depan bangsa.” —Amien Rais (via kuntawiaji)
Jan 24, 20112 notes
Play
Jan 23, 20119 notes
Jalan Ditaburi Mawar

Biarkan dadaku, kesalahanku, dalam kesendirianku
Karena cinta yang mengikat hatimu
Demi keindahan mencintai seseorang,
Kuminta benar padamu;
karena cintalah yang membuat tunggal batinmu
Dengan kelembutan seorang ibu,
Dan, menarikmu dekat ke kasih sayang seorang bocah,
Kumohon padamu, biarkan diriku;
Tinggalkan diriku dan mimpiku.
‘Kan kutunggu esok
Dan, dia ‘kan memutuskanku seperti keinginannya.
Nasihat dan anjuran kauberikan padaku,
Tapi, nasihat hanyalah sesosok hantu
Mengisyaratkan jiwa kepada kekalnya kekacauan
Dan, memadu ke arah hidup yang dingin seperti bumi.
Aku memiliki hati yang mungil;
‘Kan kubebaskan dia dari kegelapan dadaku
Meletakkannya di telapak tanganku,
Mencari kedalamannya dan meminta rahasianya.
Jangan lepaskan tangkaimu padanya, kesalahanku,
Kalau-kalau kau menyebabkan dia ketakutan dan bersembunyi
Dalam sangkar tulang belulalngnya
Sebelum dia mencurahkan darah rahasianya,
Dan, melakukan apa yang dewa-dewa lakukan padanya
Kala mereka menciptakan dengan cinta dan keindahan.
Matahari terbit
Dan, burung bulbul bernyanyi dengan suara gemetar dan jiwa mendaki perbukitan hijau
Kuingin mereka dari cadar tidur
Mengembara bersama kawanan domba putih.
Jangan mengancamku, kesalahanku, dengan harimau hutan
Atau ular berbisa dari lembah,
Karena jiwaku tak kenal takut
Pun sadar akan kejahatan sebelum dia datang.
Biarkan daku, kesalahanku,
Jangan desak diriku,
Karena penderitaan membuka mataku,
Dan, airmata memberiku penglihatan. 
Kesedihan mengajarkanku bahasa hati.
Hentikan resital ini dari benda terlarang,
Karena hati nuraniku mahkamah
Yang bakal menghakimiku dengan keadilan.
Dia ‘kan menjagaku dari hukuman bila aku tak bersalah.
Prosesi cinta menyusuri jalannya
Dan, keindahan berjalan membusungkan dada;
Dan, masa muda, pun, meniup trompet kebahagiaan.
Jangan halangi daku, kesalahanku,
Karena jalan ditaburi mawar dan ramuan harum.
Dan, dupa wangi mengharumi udara.
Karena jiwaku telah puas
Dan, mereka asyik dengan kemuliaan dewa-dewa.
Bebaskan daku dari barang mewah dan kebesaran,
Karena bumi dan segala isinya negeriku,
Dan, seluruh umat manusia warga negaraku.

Oleh: Kahlil Gibran

Jan 21, 20111 note
“Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah, berilah teman teman angkatan saya dan bawah bawahnya kemudahan dalam memasuki PTN yang diinginkan. amin.” —(via rzld)
Jan 18, 2011
“Merasa inferior itu hanya di hadapan Tuhan, selain itu tidak lebih dari omong kosong.” —
Jan 14, 20111 note
Jan 12, 20117,346 notes
Play
Jan 12, 201113 notes
Play
Jan 11, 20114 notes
Play
Jan 11, 20112 notes
Next page →
2012 2013
  • January 224
  • February 160
  • March 26
  • April 30
  • May 15
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January 213
  • February 215
  • March 193
  • April 191
  • May 15
  • June 37
  • July 58
  • August
  • September
  • October 68
  • November 49
  • December 107
2010 2011 2012
  • January 39
  • February 40
  • March 63
  • April 59
  • May 19
  • June 112
  • July 120
  • August 134
  • September 95
  • October 67
  • November 72
  • December 141
2010 2011
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June 80
  • July 61
  • August 47
  • September 23
  • October 93
  • November 67
  • December 43