January 2011
39 posts
Biarkan dadaku, kesalahanku, dalam kesendirianku
Karena cinta yang mengikat hatimu
Demi keindahan mencintai seseorang,
Kuminta benar padamu;
karena cintalah yang membuat tunggal batinmu
Dengan kelembutan seorang ibu,
Dan, menarikmu dekat ke kasih sayang seorang bocah,
Kumohon padamu, biarkan diriku;
Tinggalkan diriku dan mimpiku.
‘Kan kutunggu esok
Dan, dia ‘kan memutuskanku seperti keinginannya.
Nasihat dan anjuran kauberikan padaku,
Tapi, nasihat hanyalah sesosok hantu
Mengisyaratkan jiwa kepada kekalnya kekacauan
Dan, memadu ke arah hidup yang dingin seperti bumi.
Aku memiliki hati yang mungil;
‘Kan kubebaskan dia dari kegelapan dadaku
Meletakkannya di telapak tanganku,
Mencari kedalamannya dan meminta rahasianya.
Jangan lepaskan tangkaimu padanya, kesalahanku,
Kalau-kalau kau menyebabkan dia ketakutan dan bersembunyi
Dalam sangkar tulang belulalngnya
Sebelum dia mencurahkan darah rahasianya,
Dan, melakukan apa yang dewa-dewa lakukan padanya
Kala mereka menciptakan dengan cinta dan keindahan.
Matahari terbit
Dan, burung bulbul bernyanyi dengan suara gemetar dan jiwa mendaki perbukitan hijau
Kuingin mereka dari cadar tidur
Mengembara bersama kawanan domba putih.
Jangan mengancamku, kesalahanku, dengan harimau hutan
Atau ular berbisa dari lembah,
Karena jiwaku tak kenal takut
Pun sadar akan kejahatan sebelum dia datang.
Biarkan daku, kesalahanku,
Jangan desak diriku,
Karena penderitaan membuka mataku,
Dan, airmata memberiku penglihatan.
Kesedihan mengajarkanku bahasa hati.
Hentikan resital ini dari benda terlarang,
Karena hati nuraniku mahkamah
Yang bakal menghakimiku dengan keadilan.
Dia ‘kan menjagaku dari hukuman bila aku tak bersalah.
Prosesi cinta menyusuri jalannya
Dan, keindahan berjalan membusungkan dada;
Dan, masa muda, pun, meniup trompet kebahagiaan.
Jangan halangi daku, kesalahanku,
Karena jalan ditaburi mawar dan ramuan harum.
Dan, dupa wangi mengharumi udara.
Karena jiwaku telah puas
Dan, mereka asyik dengan kemuliaan dewa-dewa.
Bebaskan daku dari barang mewah dan kebesaran,
Karena bumi dan segala isinya negeriku,
Dan, seluruh umat manusia warga negaraku.
Oleh: Kahlil Gibran